Pages

"Kantong ketawa anda memang suatu anugrah paling indah yang tuhan pernah kasih, hendaknya digunakan sebaik baiknya, dan jangan berlebihan sebelum sindrom tuna ketawa menggerogoti hidup anda"
Tampilkan postingan dengan label kedewasaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kedewasaan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 April 2015

Perempuan tua dan lelaki tak lagi muda pemilik kedai kopi yang dulu lama sekali tenar namun sekarang tidak.


Hujan mengguyur kota malam itu. Belum terlalu larut, namun hilir mudik muda mudi tak se ramai biasanya. Hujan mulai berhenti seiring dengan aroma sendu kopi malam panas, asapnya seketika mengepul memenuhi ruang yang di bentengi dinding bambu. Anyamannya telah di selubungi jalinan debu yang berasal dari tua nya kedai legendaris itu, mengental di sela-sela nya. Sorot lampu sedikit menerangi ruangan, seketika terlihat guratan pola abstrak berwarna coklat kusam di ujung lipatan atap.

Jumat, 06 Maret 2015

Alien want say something

Menikam diriku sendiri dengan sebuah tambang serabut kelapa, kalau perlu itu ku lakukan untuk membuktikan, bahwa aku bukanlah Alien. Aku berasal dari moyang yang sama dengan mu, dengan sanak saudara mu semua. Gigiku utuh seperti manusia, karena tidak skoliosis dan memiliki kelainan tulang belakang, aku berjalan tegak seperti manusia normal pada umumnya, hanya saja aku memang sedikit bungkuk, karena aku memang pemalas dan suka tidur. Dalam mengitari bumi ini, aku tak menggunakan -yang disebut manusia pada dimensimu (agar kau tak marah jika ku samakan aku patut ada dalam satu dimensi denganmu) sebagai- Unidentify Flying Object, aku mengendarai motor matic -baru- untuk pergi ke mana suka. Ketika lelah aku juga meneteskan peluh yang rasa nya asam seperti punya mu, seperti punya manusia umum pada dimensimu, lantas kenapa kau masih saja memfitnah aku sebagai Alien?

Aku menggunakan smart phone, aku pernah juga jatuh cinta -walaupun jarang- , aku pernah juga sesekali marah dan bertingkah konyol selayaknya manusia pada dimensi dimana kamu memaki-maki setiap aral lintangan yang tak kuat kau pikul sendiri. Aku memiliki motivasi hidup, sehingga aku memutuskan untuk bekerja, sebagai pustakawan, aku hidup di dunia mu, tapi aku takut kamu marah jika tau kalau aku bilang aku hidup di duniamu. Terkadang aku absurd juga seperti pekerti wajar manusia pada dimensimu, aku mengalami sebuah realitas yang terkadang kulihat terbalik sehingga aku punya yang namanya selera humor, aku punya -hampir- segala adab normatif miliki manusia normal seperti dalam dimensimu.

Bukankah manusia baik sepertimu harusnya adil dalam berpikir? Kau saleh secara sosial dan teologis, aku tau. Tapi masih saja kau anggap aku Alien. 

Jumat, 20 Februari 2015

Anti titik Jenuh: Edisi 3 yang super melelahkan


Entah pernah atau tidak, aku menulis sesuatu tentang majalah ya? memang sih, link nya aku taruh dalam laman blog ini, namun aku hanya ingin bilang kalau aku mengelola sebuah majalah bersama teman-temanku.

Dari edisi ke edisi coba aku arungi dengan limpahan tangis sepanjang jalannya *halah. Tapi benar, mengelola sebuah majalah indie adalah sebuah tantangan besar buatku. Mengatur diri sendiri, kapan harus rapat, rapat dimana dan pakai uang apa -_-, harus terbit kapan, dan dengan lapang dada menentukan deadline. Terkadang ada masa-masa deadlock sepi ide, dan bosan, ya karena memang telah selayaknya dibuat se santai mungkin. Karena, menurutku santai adalah sebuah bentuk perlawanan terhadap birokrasi mainstream yang serba formal dan sama sekali tak santai.

Minggu, 21 Agustus 2011

*some texk missing*

Sebuah kesuksesan dapat dengan mudah diraih seseorang yang memang sangat brilian dalam bidangnya, baik bidang yang positif (artinya , mungkin berhubungan dengan ilmu pengetahuan maupun hal hal rumit yang membosankan) maupun bidang bidang yang terkesan rada senonoh dan kurang beradab (terus terang saya susah mencarikan contoh contoh dari bidang yang satu ini), sejauh yang saya lihat memang, ada orang yang alur hidupnya selalu oke, daftar apa apa selalu diterima dan karirnya cemerlang, apasaja yang diinginkan bisa tercapai, lagi mbatin we sudah terimplementasikan(jane aku yo blong, artine opo aku yo bingung) 
Tapi (perhatikan baik baik, ini inti dari postingan ini), kadang mereka kurang bisa mengerti bahwa dibalik itu semua, mereka melupakan satu point penting alias nek misale kita suka smsan, ada *Some text missing* , namun pada realita nyatanya, *sometextmissing* ini secara kasat mata dan penglihatan mata telanjang tidak semenyebalkan apa yang terjadi pada "short massage service" yang kadang penuh tandatanya, seberapa penuh saya kurang yakin. yang jelas satu hal dilewatkan ini begitu penting untuk menunjang kesejahteraan hidup baik rohani maupun jasmani. Satu hal yang begitu sakral dan, ah mungkin saya juga yang lebay menempatkan satu hal ini pada posisi penting yang mungkin bayangan kita begitu wah hal ini. Satu hal yang saya maksud adalah "kedewasaan"dengan cetak tebal dan italic font. terkadang seseorang bisa menjadi apapun yang dimau, menjadi sekeren bintang, namun kadang melupakan kedewasaan, mengatasi masalah dengan penanganan ala bocah dan terkesan grusagrusu serta mutungan alias gampang menyerah.Apa ini namanya kalo bukan "kehilangan satu moment penting yang seharusnya ada namun terlupakan hanya karena kelupaan sesaat". Hal ini yang mengakibatkan cacat sebelahnya suatu kesuksesan yang dirangkum dan diresume tak sesuai dengan kue muffin tanpa udang